Convey Even One Sentence

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Oktober 2025

Prinsip Pembelajaran yang Berkualitas

 Prinsip Metode dan Kualitas Pembelajaran

Istilah kata“metodos”, kata ini berasal dari dua kata: “metha” berarti melalui atau melewati, dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Dalam bahasa Arab metode disebut “Thariqat”, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud, sehingga dilalui untuk menyajikan bahan pelajaran agar tercapai tujuan pengajaran.[1] Dalam pasal 1 Undang- undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional disebutkan “Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.”

Pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono dalam Syaiful Sagala mengandung arti bahwa kegiatan guru secara terprogram dalam desaian instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Dalam hal pembelajaran Sugiono menerangkan bahwa pembelajaran merupakan upaya untuk membelajarkan peserta didik yang didalamnya ada tiga kegiatan utama yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan perencanaan pembelajaran, dan mengevaluasi hasil pembelajaran.[2]

Jadi pembelajaran adalah suatu proses tindakan yang disengaja pada suatu lingkungan yang didalam nya terdapat pendidik, peserta didik, dan sumber untuk melakukan kegiatan pada situasi tertentu. Menurut Hamzah B. Uno “metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran”. Jadi metode pembelajaran adalah jalan yang ditempuh seorang guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan tahapan-tahapan tertentu.

Metode pembelajaran adalah cara pendidik memberikan pelajaran dan cara peserta didik menerima pelajaran pada waktu pelajaran berlangsung, baik dalam bentuk memberitahukan atau membangkitkan. Jadi peranan metode pembelajaran ialah sebagai alat untuk menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif. Dalam menggunakan suatu metode, kita seharusnya memiliki beberapa landasan pemikiran mengapa kita memakai metode tersebut. Prinsip pemakaian metode yang digunakan berfungsi untuk memberi penguatan terhadap apa yang kita kerjakan, sehingga kita mempunyai alasan yang kuat dalam menggunakan metode tertentu

Pembelajaran Yang berkualitas

Proses pembelajaran adalah suatu aspek dari lingkungan sekolah yang terorganisasi, lingkungan ini diawasi agar lingkungan belajar terarah sesuai tujuan pendidikan. pengawasan turut menentukan lingkungan untuk membantu belajar mengajar. Lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan yang menantang, merangsang para siswa untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan serta mencapai tujuan yang diharapkan.

Jika kita analogikan pembelajaran dengan lampu, maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran yang berkualitas itu seperti lampu lead. Daya serap siswa besar karena efisiensi pemanfaatan sumber dayanya tinggi. Dengan energi yang sedikit dari guru, maka hasil yang diperoleh besar. kuncinya adalah pembelajaran berkualitas harus dapat dilakukan oleh guru.

Pembelajaran yang berkualitas harus memiliki ciri:

  1. Siswa mengikuti pembelajaran dengan perasaan riang, gembira dan bahagia sehingga siswa terlibat penuh, antusias dan ceria;
  2. Kebutuhan dan rasa ingin tahu dari siswa terpenuhi sehingga mereka mau kembali belajar. Dari sisi guru, indikator pencapaian terpenuhi sehingga juga muncul kepuasan;
  3. Apa yang diajarkan secara kognitif membekas di pikiran siswa sehingga tidak akan lupa. Selain itu secara afektif dan psikomotorik akan membentuk perilaku baru pada siswa menjadi lebih baik.[3]



[1] Syharsono dan Ana Retnoningsih, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Semarang: Widya Karya, 2009, hal, 574
[2] Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta, 2010, hal, 62
[3] E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003, hal. 149
Share:

Rabu, 28 Oktober 2015

Sejarah Pendidikan Islam Pada Masa Nabi Muhammad SAW

Ditulis Oleh: *Abdul Katar
Mahasiswa Pasca Sarjana (S2) IAIN STS Jambi

PENDAHULUAN
Sejarah pendidikan Islam mempunya manfaat bagi umat Islam dalam meneladani proses pendidikan Islam semenjak masa Rasulullah SAW, masa sahabat ulama-ulama besar dan zaman para pemuka gerakan pembaruan pendidikan Islam. Secara akademis sejarah pendidikan Islam bermanfaat untuk mengetahui dan memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam sehingga dapat untuk memecahkan problematika pendidikan Islam dimasa kini karena kemajuan IPTEK.[1]
Share:

Karakteristik Pendidikan Islam Seiring Perkembangan Waktu

Ditulis Oleh: *Abdul Katar
Mahasiswa Pasca Sarjana (S2) IAIN STS Jambi

A.     PENDAHULUAN
Sejarah pendidikan Islam hakikatnya tidak terlepas dari sejarah Islam, oleh karna itu sejarah pendidikan Islam dapat di katakan ada dalam periode-periode sejarah Islam itu sendiri secara umum sejarah memiliki kegunaan yang sangat besar dalam kehidupan umat manusia. Salah satu unsur pembangun peradaban bangsa adalah melalui pendidikan. Sedangkan hasil akhir sebuah pendidikan tergantung pada tujuan awal pendidikan itu sendiri. Islam dan Barat memiliki pandangan berbeda mengenai hal tersebut. Paham rasionalisme yang berkembang di Barat dijadikan dasar pijakan bagi konsep-konsep pendidikan Barat.
Share:

Dasar dan Sumber-Sumber Pendidikan Islam

Ditulis Oleh: *Abdul Katar

PENDAHULUAN
Al-Quran merupakan kitab petunjuk yang senantiasa mengajak manusia untuk menuntut ilmu pengetahuan, bahkan dalam salah satu ayat Al-Quran, Allah SWT menjanjikan akan menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang lebih tinggi, dan diberi kebajikan yang banyak. Demikian tegasnya Allah SWT memerintahkan kepada manusia sehingga manusia termotivasi untuk menuntut ilmu pengetahuan dan mengembangkannya dalam berbagai bentuk kreativitas, termasuk dalam hal perumusan tentang teori-teori pendidikan.
Share:

Komponen-Komponen Kurikulum Pendidikan Agama Islam

Ditulis Oleh: *Abdul Katar
Mahasiswa Pasca Sarjana (S2) IAIN STS Jambi

PENDAHULUAN
Kurikulum dapat diartikan dengan beragam variasi. Ada yang memandangnya secara sempit, yaitu kurikulum sebagai kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. Ada yang mengartikannya secara luas, meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa karena pengarahan, bimbingan dan tanggung jawab sekolah. Kurikulum juga diartikan sebagai dokumen tertulis dari suatu rencana atau program pendidikan, dan juga sebagai pelaksanaan dari rencana yang sudah direncanakan. Tidak semua yang ada dalam kurikulum tertulis, kemungkinan dilaksanakan dikelas.
Share:

Selasa, 27 Oktober 2015

Pemikiran Pendidikan Islam KH. Abdurrahman Wahid dan Nurcholis Majid

Ditulis Oleh: *Abdul Katar
Mahasiswa Pasca Sarjana (S2) IAIN STS Jambi

PENDAHULUAN
Di tengah-tengah situasi reformasi yang menghendaki dilakukannya penataan ulang terhadap berbagai masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan dan sebagainya, sangat dibutuhkan adanya pemikiran-pemikiran kreatif, inovatif dan solutif. K.H. Abdurrahman Wahid yang lebih akrab dipanggil Gus Dur, termasuk tokoh yang banyak memiliki gagasan kreatif, inovatif dan solutif tersebut. Pemikirannya yang terkadang keluar dari tradisi Ahl-Sunnah wal Jama’ah, menyebabkan ia menjadi tokoh kontroversial.
Share:

Search Articles

Popular Post Article